Minggu, 20 November 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 6: Debar Malam Pertama

RESUME SPN PERTEMUAN KEENAM
Pembicara        : Ari Aji Astuti
Waktu             : Ahad, 20 November 2016
Tempat            : Ruang Seminar NHIC





Silakan kirimkan email ke nzahrotun@gmail.com apabila menginginkan resume materi ini. Sertakan nama dan umur yak! 


Sekolah Pranikah #6, Bag. 5: Muslimah Cantik Luar Dalam

RESUME SPN PERTEMUAN KELIMA
Pembicara        : Ustadzah Asri Istiqomah, S.Sos.
Waktu             : Ahad, 13 November 2016
Tempat            : Ruang Seminar NHIC

Merawat diri merupakan serangkaian proses agar tubuh menjadi bersih, bersinar, dan sehat degan batasan-batasan yang sudah ditetapkan. Merawat diri merupakan hak tubuh.
Tiga Kecantikan Shalihah
1.      Healthy Inside
a.       Asupan Tubuh
Mulailah menjaga tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat. Ingat bahwa di rahim kita kelak akan tinggal calon bayi selama 9 bulan. Maka dari itu, wajib  bagi kita untuk menjaga asupan tubuh. Perbanyaklah makan sayuran dan minum air putih. Jangan suka makan gorengan, makanan yang dibakar dan juga minuman berpengawet. Ibu yang sehat akan menghasilkan bayi yang sehat pula.
b.      Mental yang Sehat
Mental yang sehat dihasilkan karena kedekatan dengan Allah. Banyak orang yang mengalami stres, sering cekcok dengan keluarga, bunuh diri, dan masalah berat lainnya semata-mata karena kurangnya kedekatan dengan Allah.
2.      Fresh Outside
a.       Good Looking
Perawatan yang baik mencakup empat hal, yaitu mudah, murah, sehat dan halal. Jangan setiap hari membersihkan wajah dengan pembersih muka berbahan kimia. Gunakanlah bahan-bahan alami. Bisa juga menggunakan sabun bayi untuk membersihkan muka.
Untuk masker, dapat digunakan bahan-bahan yang ada di dekat kita, seperti kopi dicampur garam (kopi dapat merelaksasi tubuh), kefir, susu atau putih telur.
Tips agar selalu terlihat cantik: terbiasa membersihkan wajah.
b.      Akhlaq
Kecantikan bukan hanya perkara wajah, namun juga akhlaq. Muslimah yang catik tentunya memiliki ahlaq yang baik pula. Yang mana, kecantikan ini sebenarnya jauh lebih penting daripada kecantikan wajah. Jika merasa belum baik, mulailah berbenah diri, karena anak kita akan mencontoh perilaku kita.
3.      Brightly Mindset
a.       Intelegensi
Salah satu yang mempengaruhi intelegensi anak adalah integelensi seorang ibu (faktor genetika). Oleh sebab itu, wajib hukumnya bagi seorang ibu untuk mencerdaskan diri, menambah ilmu pengetahuan yang ada dan menjadikan ilmu sebagai kebutuhan hidupya.
b.      Otak Kreatif

Sebagai seorang ibu, kekreatifan itu harus dimiliki. Melalui kreatifitas, bisa saja seorang ibu membantu suami dalam hal ekonomi, membantu anak dalam cara belajar, dan membantu diri sendiri dalam menyelesaikan tugas rumah tangga.

Senin, 14 November 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 4: Lajang Produktif


RESUME SPN PERTEMUAN KEEMPAT
Pembicara        : Ibu Musdalifah
Waktu             : Ahad, 6 November 2016
Tempat            : Ruang Seminar NHIC
Peresume : Rita Kurniasari
Allah menciptakan seorang manusia sekaligus juga sudah menyiapkan pasangannya seperti firman-Nya dalam surat An-Nisa’ ayat yang pertama. Sehingga sebagai seorang yang masih lajang tidaklah perlu risau akan jodohnya nanti. Hal yang perlu dilakukan ialah mempersiapkan diri sebaik mungkin sampai datang waktu dimana jodoh dipertemukan hingga menuju pernikahan.
Dua kisah pernikahan yang sangat menginspirasi dalam Islam yang keduanya adalah pernikahan monogami. Pertama, kisah antara Rasulullah SAW dengan ibunda Khadijah. Khadijah merupakan seorang janda dan saudagar kaya raya yang pasti banyak orang mengincar untuk menikahinya. Suatu ketika Khadijah meminta Rasulullah untuk menjualkan barang daganganya ke Syam dan Rasulullah pun menerimanya. Rasulullah berangkat ke negeri Syam ditemani oleh Maisaroh, orang yang disediakan oleh Khadijah untuk membantu berdagang. Rasulullah berdagang dengan sangat jujur, cerdas, tekun, dan keuntungan yang didapatkan sangat banyak. Hal ini membuat Maisaroh heran, ia belum pernah menemui penjual dengan keuntungan sangat banyak seperti itu. Maisaroh memberitahukan tentang Rasulullah tersebut kepada Khadijah dan membuatnya mengagumi Rasulullah SAW. Khadijah lalu menceritakan ketertarikannya terhadap Rasulullah kepada sahabatnya Nafisah. Nafisah lalu memberitahukanya kepada Rasulullah dan beliau memberitahu hal ini kepada pamannya. Kemudian paman Rasulullah mendatangi paman Khadijah dan merundingkan hal tersebut. Akhirnya didapatkan keputusan bahwa paman dari keduanya setuju untuk menikahkan Rasulullah dengan Khadijah.
Kisah kedua adalah pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Fatiman binti Muhammad. Sejak kecil Ali dan Fatimah sudah tinggal bersama di rumah Rasulullah SAW. Ali pun sudah menyukai Fatimah sedari kecil, namun ia tak pernah mengungkapkan perasaaanya itu pada siapa pun. Setelah menginjak usia dewasa, mulai berdatangan lelaki yang hendak menikahi Fatimah. Orang pertama yang datang untuk melamar adalah Abu Bakar akan tetapi Rasulullah hanya terdiam yang artinya lamaran tersebut ditolak. Setelah itu datanglah Umar yang ingin melamar Fatimah tetapi Rasul pun hanya diam. Beliau lalu memanggil Ali. Ali mengira bahwa Rasul memanggilnya dengan maksud untuk memintanya menyiapkan pernikahan antara Fatimah dan Umar. Setelah Ali menghadap Rasulullah, ia ditanya maukah menikahi Fatimah, putrinya. Akhirnya Ali pun menikahi Fatimah. Kedua kisah pernikahan tersebut tidak diawali dengan saling pendekatan apalagi pacaran. Seperti itulah Islam mengajarkan untuk tidak berpacaran dalam upaya mencari jodohnya.
Bagaimana dengan wanita-wanita di masa kini? Wanita masa kini bisa dibagi menjadi tiga tipe. Pertama, wanita pemimpi. Wanita tipe ini ketika mengagumi seseorang maka seringkali sampai terbawa mimpi. Ia bahkan percaya bahwa mimpi itu merupakan petunjuk dari Allah untuk memperlihatkan jodohnya yang sesungguhnya. Padahal apa yang dialami dalam mimpi belum tentu itu petunjuk yang sebenarnya dari Allah, bisa saja itu hanya buah mimpi. Maka jangan jadi pengikut mimpi dan menjadi wanita pemimpi. Kedua, wanita penebar pesona. Wanita tipe ini menarik perhatian tidak hanya dari penampilan tapi juga bisa dari kecerdasan, keramahan, dari cara bicara, dan lain sebagainya. Tapi terkadang wanita tidak sadar akan daya tariknya tersebut. Maka sebagai wanita harus berhati-hati menjaga sikap dan perilaku dimana pun berada. Ketiga, tipe wanita mudah jatuh cinta. Wanita ini sangat mudah bersimpatik pada lelaki hanya karena hal sepele. Tapi hal ini tidaklah baik jika diperturutkan terus menerus. Hal ini harus dikendalikan agar tidak menyimpang dari jalan yang benar.
Selama jodoh belum datang, maka ada beberapa kegiatan produktif yang bisa dilakukan, seperti :
1.      Fokus pada amanah
Mempersiapkan masa depan memang sangat penting akan tetapi jangan sampai hal itu menyita sebagian besar waktu. Tetap fokus pada amanah yang sekarang diemban agar bisa dijalankan dengan baik seiring dengan mempersiapkan masa depan.
2.      Fokus pada perbaikan diri
Selagi menunggu datangnya jodoh maka perlu instropeksi diri mencari kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Setelah mengetahui kelemahan dan kekurangan diri kemudian mencoba untuk membenahi diri menuju yang lebih baik.
3.      Fokus pada persiapan
Persiapan yang diperlukan antara lain secara ma’nawiyah, fikriyah, jasadiyah, dan maliyah. Kematangan ma’nawiyah tak selalu seiring dengan kematangan biologis atau bertambahnya usia seseorang. Ada orang yang secara usia terlihat sudah matang akan tetapi ketika sudah hidup berumahtangga tak cukup dewasa untuk mengahadapi hal baru yang dialaminya. Menyatukan dua karakter yang berbeda dalam sebuah ikatan pernikahan merupakan hal yang tidak mudah dan perlu dipersiapkan. Persiapan fikriyah tidak bisa instan perlu dipelajari salah satunya dengan sekolah pra nikah. Persiapan jasadiyah yaitu dengan menjaga kesehatan organ reproduksi, mengatur pola makan yang sehat, aktivitas yang sesuai dengan kapasitas tubuh dan rajin berolahraga. Perispan maliyah juga cukup penting bagi wanita karena tidak tahu nantinya akan mendapatkan suami yang seperti apa. Belum tentu kondisi suami nanti sudah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga atau belum. Hal ini pun bisa menjadi ladang pahala bagi sang istri jika turut membantu menafkahi keluarga.
Tantangan mencari jodoh bisa datang dari mana saja baik karena faktor internal maupun eksternal. Faktor internal yang biasa dijumpai adalah idealisme diri yang terlalu tinggi. Memiliki standar itu penting tapi juga harus melihat kondisi diri sendiri. Faktor eksternal bisa datang dari pihak keluarga yang  memang memiliki patokan tertentu dalam memilih jodoh. Kesiapan pihak ikhwan juga terkadang bisa jadi penghalang untuk segera melangsungkan pernikahan. Budaya masyarakat tertentu juga bisa menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan jodoh.
Selama menantikan jodoh yang belum datang, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Menjaga pandangan
Menjaga pandangan di jaman sekarang haruslah lebih berhati-hati dan memang tidak mudah. Jika jaman dulu ketika ada yang mengumbar pandangan bisa langsung terlihat jelas, sekarang hal ini bisa saja tidak ada orang lain yang menyadari. Peranana dunia maya sangat membantu dalam hal menebar pandangan ini karena kita bisa memandang siapa saja selama waktu yang diinginkan tanpa ada orang lain yang melihat.
2.      Menutup aurat secara sempurna
Mengenakan pakaian yang menutup aurat memang sudah menjadi syari’at Islam. Pakaian tidak hanya menutup aurat tetapi yang bisa menjaga lekuk tubuh dan tidak mengundang perhatian terutama dari lawan jenis.
3.      Menghindari berlembut-lembut suara di hadapan lelaki bukan mahram.
Hal ini karena lelaki mudah terpancing hanya dengan mendengar suara wanita apalagi suara yang dilembut-lembutkan.
4.      Menghindari khalwat
Khalwat ialah berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Khalwat tidak hanya dilakukan secara fisik saja akan tetapi bisa melalui dunia maya. Khalwat di dunia maya ini lebih berbahaya karena tidak bisa dengan mudah dideteksi.
Mengalami kegalauan di masa penantian merupakan hal yang wajar terjadi, maka perlu diatasi dengan cara berikut :
1.      Ikhtiar dengan cara yang baik
2.      Bertawakkal kepad Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal
3.      Meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat

4.      Memperbanyak beristighfar

Minggu, 30 Oktober 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 3: Walimah Syar'i (Pesta Pernikahan yang Islami)

Pembicara        : Ibu Endang S.
Waktu             : Ahad, 30 Oktober 2016
Tempat            : Ruang Seminar NHIC

Menikah merupakan awal dari tanggung jawab, bukan akhir dari penantian.
Orang tua harus paham bahwa teknologi dapat mempengaruhi akhlaq. Ini erat kaitannya dengan sebuah hadist yang menyatakan bahwa seseorang harus takut/khawatir apabila meninggalkan generasi yang lebih lemah setelahnya. Lemah yang dimaksud terutama adalah lemah aqidah. Karena, jika seorang anak sudah lemah aqidah, maka secara otomatis ia juga akan lemah dalam tekad, amal dan cita-cita.
Di sinilah pentingnya mempersiapkan para muslimah. Ketika kita mempersiapkan para muslimah untuk menjadi ibu yang baik, secara otomatis kita akan mempersiapkan keluarga muslim yang baik dan pada akhirnya kita telah mempersiapkan generasi rabbani, generasi yang mampu meneruskan perjalanan da’wah. Jangan sampai anak rusak di tangan orang tua sendiri –secara tidak sadar- karena pola didik  yang tidak Islami. Ingat bahwa keimanan merupakan sesutau yang ditumbuhkan, bukan diwariskan. Mendidik anak bukan berawal ketika anak itu lahir tapi dimulai sejak memilih pasangan.

Makna walimah
Secara bahasa: berkumpulnya dua mempelai
Secara istilah: semua makanan pengungkap rasa gembira, menikmati hidangan yang disediakan oleh shohibul hajat. Sehingga walimah bisa saja mengadung makna walimatul safar, walimatul khitan atau walimatulursy.

Walimatul ‘Ursy : sesuatu yang dianjurkan meski secara sederhana
1.      Diniatakan semata-mata karena Allah (Lillah)
2.      Setiap aktivitas yang dilakukan sesuai dengan aturan Allah (Billah)
3.      Tujuan akhir selalu mengharap ridho Allah (Ilallah)

Adab walimah
1.      Bertujuan untuk melaksanakan ibadah
Tidak dibenarkan melaksanakan walimah dengan didasari kepentingan selain Allah. Misal: sahur menyahur sumbangan pernikahan yang banyak terdapat di masyarakat.
2.      Bebas dari kemusyrikan
HINDARI segala sesuatu dari klenik, takhayul serta sesajen yang akan merusak keberkahan walimah.
3.      Menghindari kemaksiatan
a.       Kehadiran tamu adalah untuk mendoakan, tahniah dan persaksian, bukan untuk menonton pengantin
b.      Tidak ada percampurbauran antara tamu laki-laki dan tamu perempuan
c.       Tidak membuka aurat dan tabaruj (misal, mengerik alis, menggunakan bulu mata palsu)
d.      Hindari hidangan yang diharamkan dan hiburan yang tidak Islami
4.      Tidak meninggalkan ibadah
Diutamakan acara dilakukan pada pagi hari sehingga tidak menabrak waktu sholat.
5.      Menghindari perbuatan mubadzir
Misal: pemborosan biaya, berlebihan dalam hidangan.
6.      Undangan tidak hanya dibatasi pada orang-orang kaya saja
“Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah dimana di ddalamnya orang-orang kaya diundang makan, sedang orang-orang miskin tidak diundang.” (HR Muslim)

Upaya Mengkondisikan Keluarga
1.      Memberi pemahaman tentang pernikahan Islami kepada keluarga
2.      Berupaya untuk menjadi pribadi yang terpercaya di keluarga
3.      Berupaya menjadi pribadi yang konsisten dengan apa yang diyakini
4.      Membuktikan kepada keluarga bahwa seiring dengan pemahaman keislaman kita, meningkat juga amal shaleh dan akhlak baik kita.

Minggu, 23 Oktober 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 2: Ta'aruf dan Khitbah

Pembicara           : Ust. Kasrori
Waktu                 : Ahad, 23 Oktober 2016
Tempat                : Ruang Seminar NHIC

Ta’aruf : proses saling mengenal, mengerti dan memahami untuk tujuan meminang/menikah
Khitbah : meminang
Ta’aruf dan khitbah merupakan proses yang dijalani oleh orang beriman yang telah mantap hati dan siap untuk menikah

Adab Ta’aruf
1.    Didahului oleh persetujuan kedua belah pihak. Pihak laki-laki tidak mendadak datang ke rumah pihak perempuan
2.      Pembicaraan yang dilakukan fokus terarah
3.      Tidak berduaan
4.      Boleh melihat calon yang dikenalkan, namun sewajarnya.

Kriteria memilih pasangan yang baik
1.      Dilihat dari segi agamanya
a.       Pemahaman menganai aqidah dan keyakinan yang dimiliki
b.      Pengamalan terhadap ilmu yang dimiliki (konsisten dalam ibadah)
c.       Kepribadian (segala sesuatu yang berhubungan dengan akhlaq)
2.      Subur dan produktif
3.      Gadis atau perawan
4.   Bernasab baik, sekufu. Sekufu (selevel/sebanding) yang dimaksud adalah sekufu dalam ilmu dan keimanan
5.      MENYENANGKAN HATI

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ta’aruf
1.      Menjaga pandangan
2.      Materi pembicaraan tidak mengarah ke arah yang vulgar
3.      Menghindari khalwat (berduaan), selalu diwajibkan untuk membawa mahram dari kedua belah pihak
4.      Menjaga aurat

Minggu, 16 Oktober 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 1: Re-Thingking Your Marriage


Pembicara           : Robi’ah Al Adawiyah S.H (Ketua KPPA Benih Solo)
Waktu                 : Ahad, 16 Oktober 2016
Tempat                : Ruang Seminar NHIC

Ayo memulai dengan membersihkan hati dari sesuatu yang terlanjur mengotori.
Hal yang sering mengotori dalam menuju pernikahan: pacaran. Iya, pacaran. Tapi pernahkan kalian menemukan ayat di dalam Al-Qur’an yang melarang untuk pacaran? TIDAK!
Nah loh? Memang tidak ada ayat yang  melarang untuk pacaran. Namun, banyak ayat yang melarang untuk mendekati zina. Sekarang ayo coba dipikir, adakah kegiatan dalam pacaran yang yang tidak mendekati zina? Minimal, minimal sekali, dalam berpacaran, kita akan berharap dan berangan.
Dalam tradisi Minang, jika seorang perempuan dilamar, maka dia akan menggunakan inai (pacar) di kukunya. Inai akan menghilang selama 3-4 bulan. Dan pria yang melamar harus segera menikahi perempuan tersebut sebelum inai menghilang. Ini pacar-an yang bagus, karena seorang yang sudah dilamar, memang harus menyegerakan untuk menikah untuk menghindari adanya fitnah.
Kenapa harus menikah? Karena menikah merupakan sunnah yang bersejarah. Menikah itu merubah status. Menikah itu menjawab banyaknya tuntutan. Menikah itu menjalankan tuntunan, dan menikah itu mengawali sejarah.
Visi pernikahan bisa diuraikan menjadi visi jangka pendek, antara dan panjang.
Visi jangka pendek: Sakinah
Adanya kecenderungan untuk tentram. Sehingga akan terbangun sebuah kepercayaan terhadap pasangan.
Visi antara: Mawaddah
Adanya cinta yang menggebu-gebu. Dipengaruhi oleh hormon PEA, hormon ce i en te a. Biasanya hanya bertahan selama 5 tahun. Jadi, kalau sudah membina hubungan sebelum menikah, hormon itu sudah tepakai duluan stoknya. Nanti jika menikah akan terasa hambar.
Kebanyakan laki-laki akan tertarik karena visual (melihat) sedangkan perempuan akan tertarik karena audio (mendengar).
Visi jangka panjang: Rahmah
Cinta yang dewasa. Dimana seseorang bukan lagi mencintai pasangan hanya karena fisiknya. Cinta yang tumbuh hingga pasangan saling menua.

Ciri orang yang berjodoh:

  1. Penerimaan 
  2. Restu orang tua
  3. Dipermudah (Teh Ina)

Kamis, 06 Oktober 2016

8th Day: Bangkok!

After prayed Subuh, I borrowed Mba Eka’s bicycle to look arround AIT. 



At 8 am, we started our trip. First, we ride bicycle to go to van terminal. After that, we went Bangkok by Van. We stoped in Victory Monument.


From Victory Monument, we went to Siam Paragon by BTS.

It was the first time for me to go with BTS, I didn’t have the card of BTS yet so I had to buy a ticket trough the machine

 


In Siam Paragon, we decide to buy some bags in Naraya. They shopped very long so I waited them with eating some burgers. After a long-long time for shopping in Naraya, Mba Eka and Mba Nurlaila decided to go to another place, but I had to go home with Mba Mutia because tomorrow I would observe again.

Both Mba Mutia and I didn’t know what van I had to ride to VRU. Luckily, I found it when I asked hongnam (toilet) in the van terminal. No need to worry when you travel alone~

Senin, 12 September 2016

RiceCookerSeries: Mie Instan

Fungsi sampingan rice cooker yang sering saya pakai adalah untuk membuat mie instan. Cara ini menurut saya lebih praktis jika dibandingkan dengan memanaskan air terlebih dahulu menggunakan heater dan menuangkannya ke mie instan.
Berikut yang harus dipersiapkan:
Rice Cooker ukuran kecil
Sendok, Garpu, Sumpit
Air minum dalam kemasan
Mie Instan Goreng/Rebus
Sayuran, Sosis, Bakso (jika memungkinkan)

Cara membuat:
1.      Panaskan air mineral menggunakan rice cooker (mode cooking)

2.      Setelah air dirasa panas (tidak perlu sampai mendidih), keluarkan sebagian air untuk kuah mie rebus.

3.      Masukan sayuran terlebih dahulu, diamkan sejenak dan angkat ke wadah yang sudah disiapkan.
4.      Masukan mie instan ke dalam rice cooker selama 3-4 menit (sampai matang).

5.      Angkat ke piring/mangkuk yang sudah disediakan
6.      Capurkan bumbu, aduk hingga merata
7.      Campurkan sayuran atau toppingan sesuai keinginan
 
Mie Goreng

Mie Rebus


Selamat mencoba, jangan banyak-banyak makan mie instan yah!



Jumat, 09 September 2016

7th Day: Family


This day I decided to go to Asian Institute Technology (AIT) in the afternoon. I went there to meet with my facebook friend, Mba Nurlaila. She lived at Student Village in AIT (with her husband and her son). They invited me to AIT’s canteen. I didn't feel that I was in Thai, because in AIT was full of South Asian people.

From Left: Me, Mba Nurlaila, and Sulthon


It was the first time to me to eat Indian's food.

At 9 pm, Mba Nurlaila brought me to Mba Eka's dorm. She was so nice, and she let me stay overnight at her dormitory. They promised to accompany me to Bangkok tomorrow! Yeah!

Selasa, 30 Agustus 2016

5th Day: Chiengraknoi School


Holiday was over...
I was little bit nervous when Ms Waraporn and Ms Aranya led my friend and I to our school. The first school we visited was my school, Chiengraknoi. Chiengraknoi was in Ayutthaya province, it was different province with VRU. In Chiengraknoi, I would observe Mr. Song’s Class, in Prathom (Elementary School) 4-6. I’ll teach English in Chiengraknoi with Olivia and Steph. I was so astounding because I studied at Physics Education, but at that time I had to teach English. I didn't know anything about English class! Eww...



Otherwise, I was so lucky because Chiengraknoi has Muslim Students (almost 30%), so there were 2 halal canteens. And there was a Mushola too. Alhamdulillah...



Muslim Student in Chiengraknoi

 Mushola

Halal Canteen. (I do love their food. Each morning I always ordered Khao Man Gai. I hope I can meet with you two again, aamiin)

Senin, 22 Agustus 2016

4th Day: Biggest Traditional Market in Thailand


Fourth day, it was still holiday in Thailand. We planned to go to Thalad Thai, the biggest traditional market in Thailand. We went there by Song Thew, but... we had to wait 10-15 minutes to get Song Thew because we used a shortcut way. And when the Song Thew came, it was full of people.  So, some of us had to stand. It was –really- dangerous, especially for people who had short arms –like me-. We need 20 minutes from VRU to Thalad Thai.





And... taraaa... it was just like traditonal market in Indonesia. Finally, my friends and I decided to buy some food. We bought eggs, oil, some kales, flavor and etc.


Before we leaved, we had a lunch. Alhamdulillah, there are some halal foods. I don’t know what food I ate, but the taste was similiar with “tumisan sayur” in Indonesia.




After that, we went to Tesco Lotus again to buy data package. Thank’s to Rang (Nam’s friend) because he helped us a lot. Finally, we went home by Song Thew again. But we used free Song Thew because it departed at 5 pm.




Zahrotunnisa
August, 20th 2016