Minggu, 30 Oktober 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 3: Walimah Syar'i (Pesta Pernikahan yang Islami)

Pembicara        : Ibu Endang S.
Waktu             : Ahad, 30 Oktober 2016
Tempat            : Ruang Seminar NHIC

Menikah merupakan awal dari tanggung jawab, bukan akhir dari penantian.
Orang tua harus paham bahwa teknologi dapat mempengaruhi akhlaq. Ini erat kaitannya dengan sebuah hadist yang menyatakan bahwa seseorang harus takut/khawatir apabila meninggalkan generasi yang lebih lemah setelahnya. Lemah yang dimaksud terutama adalah lemah aqidah. Karena, jika seorang anak sudah lemah aqidah, maka secara otomatis ia juga akan lemah dalam tekad, amal dan cita-cita.
Di sinilah pentingnya mempersiapkan para muslimah. Ketika kita mempersiapkan para muslimah untuk menjadi ibu yang baik, secara otomatis kita akan mempersiapkan keluarga muslim yang baik dan pada akhirnya kita telah mempersiapkan generasi rabbani, generasi yang mampu meneruskan perjalanan da’wah. Jangan sampai anak rusak di tangan orang tua sendiri –secara tidak sadar- karena pola didik  yang tidak Islami. Ingat bahwa keimanan merupakan sesutau yang ditumbuhkan, bukan diwariskan. Mendidik anak bukan berawal ketika anak itu lahir tapi dimulai sejak memilih pasangan.

Makna walimah
Secara bahasa: berkumpulnya dua mempelai
Secara istilah: semua makanan pengungkap rasa gembira, menikmati hidangan yang disediakan oleh shohibul hajat. Sehingga walimah bisa saja mengadung makna walimatul safar, walimatul khitan atau walimatulursy.

Walimatul ‘Ursy : sesuatu yang dianjurkan meski secara sederhana
1.      Diniatakan semata-mata karena Allah (Lillah)
2.      Setiap aktivitas yang dilakukan sesuai dengan aturan Allah (Billah)
3.      Tujuan akhir selalu mengharap ridho Allah (Ilallah)

Adab walimah
1.      Bertujuan untuk melaksanakan ibadah
Tidak dibenarkan melaksanakan walimah dengan didasari kepentingan selain Allah. Misal: sahur menyahur sumbangan pernikahan yang banyak terdapat di masyarakat.
2.      Bebas dari kemusyrikan
HINDARI segala sesuatu dari klenik, takhayul serta sesajen yang akan merusak keberkahan walimah.
3.      Menghindari kemaksiatan
a.       Kehadiran tamu adalah untuk mendoakan, tahniah dan persaksian, bukan untuk menonton pengantin
b.      Tidak ada percampurbauran antara tamu laki-laki dan tamu perempuan
c.       Tidak membuka aurat dan tabaruj (misal, mengerik alis, menggunakan bulu mata palsu)
d.      Hindari hidangan yang diharamkan dan hiburan yang tidak Islami
4.      Tidak meninggalkan ibadah
Diutamakan acara dilakukan pada pagi hari sehingga tidak menabrak waktu sholat.
5.      Menghindari perbuatan mubadzir
Misal: pemborosan biaya, berlebihan dalam hidangan.
6.      Undangan tidak hanya dibatasi pada orang-orang kaya saja
“Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah dimana di ddalamnya orang-orang kaya diundang makan, sedang orang-orang miskin tidak diundang.” (HR Muslim)

Upaya Mengkondisikan Keluarga
1.      Memberi pemahaman tentang pernikahan Islami kepada keluarga
2.      Berupaya untuk menjadi pribadi yang terpercaya di keluarga
3.      Berupaya menjadi pribadi yang konsisten dengan apa yang diyakini
4.      Membuktikan kepada keluarga bahwa seiring dengan pemahaman keislaman kita, meningkat juga amal shaleh dan akhlak baik kita.

Minggu, 23 Oktober 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 2: Ta'aruf dan Khitbah

Pembicara           : Ust. Kasrori
Waktu                 : Ahad, 23 Oktober 2016
Tempat                : Ruang Seminar NHIC

Ta’aruf : proses saling mengenal, mengerti dan memahami untuk tujuan meminang/menikah
Khitbah : meminang
Ta’aruf dan khitbah merupakan proses yang dijalani oleh orang beriman yang telah mantap hati dan siap untuk menikah

Adab Ta’aruf
1.    Didahului oleh persetujuan kedua belah pihak. Pihak laki-laki tidak mendadak datang ke rumah pihak perempuan
2.      Pembicaraan yang dilakukan fokus terarah
3.      Tidak berduaan
4.      Boleh melihat calon yang dikenalkan, namun sewajarnya.

Kriteria memilih pasangan yang baik
1.      Dilihat dari segi agamanya
a.       Pemahaman menganai aqidah dan keyakinan yang dimiliki
b.      Pengamalan terhadap ilmu yang dimiliki (konsisten dalam ibadah)
c.       Kepribadian (segala sesuatu yang berhubungan dengan akhlaq)
2.      Subur dan produktif
3.      Gadis atau perawan
4.   Bernasab baik, sekufu. Sekufu (selevel/sebanding) yang dimaksud adalah sekufu dalam ilmu dan keimanan
5.      MENYENANGKAN HATI

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ta’aruf
1.      Menjaga pandangan
2.      Materi pembicaraan tidak mengarah ke arah yang vulgar
3.      Menghindari khalwat (berduaan), selalu diwajibkan untuk membawa mahram dari kedua belah pihak
4.      Menjaga aurat

Minggu, 16 Oktober 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 1: Re-Thingking Your Marriage


Pembicara           : Robi’ah Al Adawiyah S.H (Ketua KPPA Benih Solo)
Waktu                 : Ahad, 16 Oktober 2016
Tempat                : Ruang Seminar NHIC

Ayo memulai dengan membersihkan hati dari sesuatu yang terlanjur mengotori.
Hal yang sering mengotori dalam menuju pernikahan: pacaran. Iya, pacaran. Tapi pernahkan kalian menemukan ayat di dalam Al-Qur’an yang melarang untuk pacaran? TIDAK!
Nah loh? Memang tidak ada ayat yang  melarang untuk pacaran. Namun, banyak ayat yang melarang untuk mendekati zina. Sekarang ayo coba dipikir, adakah kegiatan dalam pacaran yang yang tidak mendekati zina? Minimal, minimal sekali, dalam berpacaran, kita akan berharap dan berangan.
Dalam tradisi Minang, jika seorang perempuan dilamar, maka dia akan menggunakan inai (pacar) di kukunya. Inai akan menghilang selama 3-4 bulan. Dan pria yang melamar harus segera menikahi perempuan tersebut sebelum inai menghilang. Ini pacar-an yang bagus, karena seorang yang sudah dilamar, memang harus menyegerakan untuk menikah untuk menghindari adanya fitnah.
Kenapa harus menikah? Karena menikah merupakan sunnah yang bersejarah. Menikah itu merubah status. Menikah itu menjawab banyaknya tuntutan. Menikah itu menjalankan tuntunan, dan menikah itu mengawali sejarah.
Visi pernikahan bisa diuraikan menjadi visi jangka pendek, antara dan panjang.
Visi jangka pendek: Sakinah
Adanya kecenderungan untuk tentram. Sehingga akan terbangun sebuah kepercayaan terhadap pasangan.
Visi antara: Mawaddah
Adanya cinta yang menggebu-gebu. Dipengaruhi oleh hormon PEA, hormon ce i en te a. Biasanya hanya bertahan selama 5 tahun. Jadi, kalau sudah membina hubungan sebelum menikah, hormon itu sudah tepakai duluan stoknya. Nanti jika menikah akan terasa hambar.
Kebanyakan laki-laki akan tertarik karena visual (melihat) sedangkan perempuan akan tertarik karena audio (mendengar).
Visi jangka panjang: Rahmah
Cinta yang dewasa. Dimana seseorang bukan lagi mencintai pasangan hanya karena fisiknya. Cinta yang tumbuh hingga pasangan saling menua.

Ciri orang yang berjodoh:

  1. Penerimaan 
  2. Restu orang tua
  3. Dipermudah (Teh Ina)

Kamis, 06 Oktober 2016

8th Day: Bangkok!

After prayed Subuh, I borrowed Mba Eka’s bicycle to look arround AIT. 



At 8 am, we started our trip. First, we ride bicycle to go to van terminal. After that, we went Bangkok by Van. We stoped in Victory Monument.


From Victory Monument, we went to Siam Paragon by BTS.

It was the first time for me to go with BTS, I didn’t have the card of BTS yet so I had to buy a ticket trough the machine

 


In Siam Paragon, we decide to buy some bags in Naraya. They shopped very long so I waited them with eating some burgers. After a long-long time for shopping in Naraya, Mba Eka and Mba Nurlaila decided to go to another place, but I had to go home with Mba Mutia because tomorrow I would observe again.

Both Mba Mutia and I didn’t know what van I had to ride to VRU. Luckily, I found it when I asked hongnam (toilet) in the van terminal. No need to worry when you travel alone~