Minggu, 20 November 2016

Sekolah Pranikah #6, Bag. 5: Muslimah Cantik Luar Dalam

RESUME SPN PERTEMUAN KELIMA
Pembicara        : Ustadzah Asri Istiqomah, S.Sos.
Waktu             : Ahad, 13 November 2016
Tempat            : Ruang Seminar NHIC

Merawat diri merupakan serangkaian proses agar tubuh menjadi bersih, bersinar, dan sehat degan batasan-batasan yang sudah ditetapkan. Merawat diri merupakan hak tubuh.
Tiga Kecantikan Shalihah
1.      Healthy Inside
a.       Asupan Tubuh
Mulailah menjaga tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat. Ingat bahwa di rahim kita kelak akan tinggal calon bayi selama 9 bulan. Maka dari itu, wajib  bagi kita untuk menjaga asupan tubuh. Perbanyaklah makan sayuran dan minum air putih. Jangan suka makan gorengan, makanan yang dibakar dan juga minuman berpengawet. Ibu yang sehat akan menghasilkan bayi yang sehat pula.
b.      Mental yang Sehat
Mental yang sehat dihasilkan karena kedekatan dengan Allah. Banyak orang yang mengalami stres, sering cekcok dengan keluarga, bunuh diri, dan masalah berat lainnya semata-mata karena kurangnya kedekatan dengan Allah.
2.      Fresh Outside
a.       Good Looking
Perawatan yang baik mencakup empat hal, yaitu mudah, murah, sehat dan halal. Jangan setiap hari membersihkan wajah dengan pembersih muka berbahan kimia. Gunakanlah bahan-bahan alami. Bisa juga menggunakan sabun bayi untuk membersihkan muka.
Untuk masker, dapat digunakan bahan-bahan yang ada di dekat kita, seperti kopi dicampur garam (kopi dapat merelaksasi tubuh), kefir, susu atau putih telur.
Tips agar selalu terlihat cantik: terbiasa membersihkan wajah.
b.      Akhlaq
Kecantikan bukan hanya perkara wajah, namun juga akhlaq. Muslimah yang catik tentunya memiliki ahlaq yang baik pula. Yang mana, kecantikan ini sebenarnya jauh lebih penting daripada kecantikan wajah. Jika merasa belum baik, mulailah berbenah diri, karena anak kita akan mencontoh perilaku kita.
3.      Brightly Mindset
a.       Intelegensi
Salah satu yang mempengaruhi intelegensi anak adalah integelensi seorang ibu (faktor genetika). Oleh sebab itu, wajib hukumnya bagi seorang ibu untuk mencerdaskan diri, menambah ilmu pengetahuan yang ada dan menjadikan ilmu sebagai kebutuhan hidupya.
b.      Otak Kreatif

Sebagai seorang ibu, kekreatifan itu harus dimiliki. Melalui kreatifitas, bisa saja seorang ibu membantu suami dalam hal ekonomi, membantu anak dalam cara belajar, dan membantu diri sendiri dalam menyelesaikan tugas rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar