Santai
saudara-saudara, saya tidak akan menuliskan hal yang berat. Saya hanya akan
menuliskan kejadian yang akhir-akhir ini terjadi di lingkugan kos saya. For your information, kos yang saya tempati
punya enam blok (A, B, C, D, E dan F), blok A dan B satu bangunan dan blok lainnya
berada di bangunan yang lain (formasi bangunan seperti huruf L). Dua blok (A
dan B) dikontrak IMC Al-Banna, dan yang lain masih menjadi kos biasa. Di tengah
bangunan kos, ada halaman luas yang bisa dipakai buat bakar-bakaran atau
latihan motor buat Dayu, di sisi-sisinya banyak pohon yang lumayan rindang. Ada
pohon pepaya yang kalau berbuah udah langsung dicupin punya siapa, pohon mangga,
pohon pisang, dll. Jadi, nyante saja kalau uang bulanan belum dikirim, Insya
Alloh masih bisa bertahan hidup.
Awalnya, tidak ada masalah antar
satu penghuni satu dengan penghuni yang lain. Namun lama kelamaan, muncul
pemandangan yang tidak mengenakkan. Halaman kos malah dijadikan ajang memadu
kasih antar pasangan yang belum halal. Puncaknya, Jum’at pagi kemarin, Mba
Yasmin melihat adegan tidak senonoh, live dari balik jendela kamarnya. Dia langsung
mengambil air wudhu dan memanggil Yana. Terus mereka berdua nyalain murotal
keras-keras dari dalam kos, dan.... pasangan tersebut malah cekikikan dan
melanjutkan aktifitas mereka tanpa rasa risih. Sampai suara murotal dari masjid
Nurul Amal berbunyi karena sebentar lagi akan Jum’atan, baru mereka
menghentikan aktifitas mereka.
Nah, hari Sabtu malam, saya sama
Febri menjemput teman kami di terminal Tirtonadi. Sampai kos sekitar pukul 9
malam. Kalian tahu, ada sepasang muda-mudi di bawah pohon mangga yang ada di
halaman kos. Mungkin itu pasangan lagi sial, karena yang liat bukan Mba Yasmin,
Yana, Dayu atau Febri yang belum bisa ngeluarin tampang serem dan marah-marah. Langsung
saja saya suruh teman-teman saya masuk ke kos, kasihan mata mereka kalau
melihat yang begituan. Tapi nggak tau kenapa, bukannya ikut teman-teman kos, saya
malah putar balik motor dan mengarahkan lampu motor ke mereka. Saya gas itu
motor biar berisik, klakson nggak ketinggalan terus dipenceti. Wah, pengin saya
tabrak sekalian itu pasangan, toh nggak ada 24 jam yang lalu saya baru namatin Shingeki no Kyojin, jadi ya aura
membunuh masih melekat kental. Sayang, teman-teman kos saya keburu keluar dan
menyuruh saya masukin motor.
Dan... itu pasangan masih juga
melanjutkan aktifitas mereka, tanpa... ah, sudahlah. Mungkin mereka hanya perlu
didoakan. Untuk teman-teman Al-Banna, jangan takut kalau liat yang begituan
lagi. Insya Alloh kita ada di pihak yang benar. Ayo, sebarkan kebaikan dan
lawan kemungkaran. Mulailah dari diri sendiri, teman satu kos, tetangga kos dan
lingkungan yang kita tempati!
hehe, keren dek
BalasHapusBelum keren kalau belum steril pacaran di lingkungan Kami :)
Hapus