Senin, 6 Oktober 2014
Bangun pagi seperti biasanya, bahkan tadi pagi saya sempat piket loh sebelum berangkat kuliah. Tapi ternyata Herti jauh lebih pagi ke kos saya. Jadi keburu-buru gimana gitu. Terus sampai gerbang belakang baru nyadar, "Her, aku nggak pake helm..."
"Yowes, piye meneh? (Yasudah, gimana lagi?)"
Ternyata itu hanya sebagian kecil dari apa yang saya lupakan. Di kelas, saya baru sadar kalau saya nggak bawa KRS sekelas, nggak bawa perkap kelas, nggak bawa apa lagi? Please udah, cukup segitu aja lupanya...
Ternyata...
Jam satu siang, murid saya sms, "Kakak, jangan lupa ya nanti sore..." Saya mikir lama, lamaa banget, emangnya ada apa nanti sore? Dan wussshh.. jleb... neuron satu terhubung dengan neuron lainnya! Murid saya yang itu besok masih UTS, jadwalnya matematika, dan dia minta jadwal les di pindah dulu sehari. Saya diem, merenung... kenapa saya nggak nulis rencana itu di agenda? Kenapa saya lupaaa... kenapa... kenapaaa... uwooo... uwooo....
Oke, saya akhirnya mencoba untuk berakselerasi. Niatnya saya mau ngebut buat garap tugas Teknik Pembelajaran. Gampang si, cuma buat rangkaian lampu sederhana... hmmm... iya gampang.
FYI aja yah, kelompok saya itu kelompk gado-gado, kelompok campur-campur, kelompok sisa. Soalnya kemarin bentuk kelompoknya urut absen. Coba absennya itu menurut huruf hijaiyah, masa iya saya di aben akhir. Intinya, kelompok saya itu ada yang dari kelas sebelah, kakak tingkat, sama anak yang waktu pembagian kelompok nggak masuk. Dan kalian tahu, betapa susahnya menyatukan orang dengan kesibukan yang berbeda... Saya tunggu dari jam dua hingga mau setengah empat, hanya Latifah seorang yang datang.... Akhirnya saya pergi ngelesi sebentar, saya pikir, nanti kelompok saya juga datang kok. Toh udah ditelepon, di-sms, semoga..
Ketika saya datang ke lobi, sekitar mau Maghrib, eh... cuma seorang saja disana. Sedang menunggu... iya, menunggu.... Latifah....
Disaat kelompok lain sudah menyelesaikan tugasnya, kelompok saya ngumpulin alat dan bahan juga belum, sakitnya tuh di mana-manaaa....
Dengan sisa kekuatan dari gado-gado yang saya makan di kantin gedung A, saya cari alat bahan di sekitar kampus. Alhamdulillah, dapat, biarpun seadanya... Yang penting dapat, titik.
Saya sama Latifah mulai merangkai, dan Mas Pur akhirnya datang dengan celana jeans robek. Kan orang yang liat jadi risi, "Mas, itu celanamu digigit tikus apa gimana?"
"Engga dek, aku jatuh terus robek."
"Lakban aja!"
"Hmm... oke"
Dengan kehadirannya, dua lampu berhasil didirikan dengan sempurna. Lampunya doang loh ya...
Makin malam, lobi malah makin penuh. Kelas tetangga juga banyak yang di lobi. Dan anak-anak kimia juga tiba-tiba kayak mau piknik, sampai gelar-gelar alas duduk sekalian.
Nah, ketika Ihsan datang (dia ini kelas tetangga yang ikut kuliah tekpem di kelas saya), tiba-tiba lobi menjadi riuh, semua orang seolah sedang berlomba meneriakan namanya "Ihsaaan! Ihsaaan!". Termasuk saya! Ternyata... dia juga sedang ada tugas bersama kelompok-kelompok lain... Bingung nggak tuh? Hmmm... alhamdulillah si dia ikut ngerjain tekpem dulu.
Setelah kelompok dipersatukan, hanya dengan waktu dua jam, tugas berhasil diselesaikan! Diselesaikan doang loh yah... Ah, pokoknya selesai. Padahal kelompok lain digarap dari habis Dzuhur sampai Maghrib.
Cobaan belum selesai, ketika mau pulang, motor saya ternyata dihimpit oleh motor-motor anak kimia. Nggak ada pilihan, angkat-geret-pindah satu-satu motor yang menghalangi. Aku strooooongg... Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar