Selasa, 11 Juni 2013

Baju Seragam



Se-ragam.
Membuat sama tanpa adanya perbedaan.

Sekarang sedang libur panjang setelah UN.
Ada sedikit kebiasaan yang berubah.
Pakaian di waktu pagi.
Biasanya pakai seragam sekolah dari hari Senin sampai Sabtu. Sekarang kaos oblong kegedean yang biasa direbutin sama Afa. Soalnya Mama nggak mau ambil pusing mana yang benar-benar punyaku atau yang punya Afa. Yaudah akhirnya semua kaos ditaruh di satu lemari. Tinggal rebutan aja kalau mau pakai.

Seragam sekolahku ada tiga. Osis, identitas sama pramuka.
Semuanya udah lecek. Hampir tiga tahun dipakai. Anggap aja satu seragam dipakai satu tahun. Mungkin kalau pakai hitungan kasar seperti itu, seragam sekolah bisa jadi pakaian termurah tuh.

Seragam Osisku yang paling lecek. Maklum, warnanya putih. Di sekolah sering lari-lari, masuk angkot, masuk bus umpel-umpelan sama orang. Pulang-pulang pasti kotor. Apalagi waktu udah ngekos, tukang loundry-nya nggak bersih kalau nyuci baju seragam. Padahal yang aku loundry cuma baju seragam doang. Alhasil sekarang warna bajunya jadi putih ke kuning-kuningan. Pernah sekali dicelupin ke detergen S*rf yang katanya bisa angkat noda kekuning-kuningan hingga seperti baru lagi. Tapi nggak ada perubahannya tuh. Entah noda yang memang sangat bandel atau apalah.

Baju identitasku kemarin-kemarin kena H2SO4 pekat. Bolong sebiji rambutah bagian pahanya. Niatan mau diganti, tapi inget kalau UN sebulan lagi, yaudah. Kenang-kenangan.

Baju pramukaku yang paling waras. Cuma timangnya aja yang ilang. Akhirnya kalau pakai di iket ke belakang talinya, kayak daster.

Sekarang bakalan jarang pakai baju seragam. Pasti kangen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar